FESTIVAL SENI BUDAYA DAN BAZAR UMKM MENDORONG REVITALISASI BUDAYA DAN EKONOMI LOKAL DESA MEKARSARI
Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut – Desa Mekarsari menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program KKN GRADASI (Gotong Royong, Akademisi, Bersinergi, dan Berinovasi) Kabupaten Garut Tahun 2025, sebuah program kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Garut dan perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat yang bertujuan mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Salah satu implementasi nyata dari program tersebut diwujudkan melalui Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM Desa Mekarsari yang diselenggarakan oleh KKN GRADASI Kelompok 6. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di Aula GOR Desa Mekarsari, Jalan Garut–Tasikmalaya, dan melibatkan masyarakat dari seluruh RW di Desa Mekarsari.
KKN GRADASI Kelompok 6 terdiri dari 14 mahasiswa lintas program studi dan lintas perguruan tinggi, yakni dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Universitas Garut (UNIGA), dan Institut Teknologi Garut (ITG). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM dirancang dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi lokal yang telah dimiliki desa, seperti keterampilan warga, kekuatan komunitas, seni budaya, serta produk UMKM. Seluruh RW di Desa Mekarsari dilibatkan untuk menampilkan potensi unggulan masing-masing wilayah.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh warga dari berbagai RW sebagai upaya membangun kebersamaan dan semangat hidup sehat. Setelah itu, panitia melaksanakan pengundian kupon bazar UMKM yang bertujuan meningkatkan partisipasi dan antusiasme masyarakat sejak awal acara.
Memasuki pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi mapag tamu, sebuah tradisi penyambutan khas budaya Sunda yang sarat akan nilai kearifan lokal. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan kepada para tamu undangan sekaligus penanda dimulainya rangkaian acara pembukaan. Acara pembukaan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Pelaksana Kegiatan, Dosen Pembimbing Lapangan, Penjabat Kepala Desa Mekarsari, serta Camat Kecamatan Cilawu yang secara resmi membuka kegiatan festival.
Pada sesi utama festival, masyarakat dari berbagai RW menampilkan beragam kesenian lokal, di antaranya marawis, qosidah, tari jaipong, kabaret pelajar, hingga kesenian bangreng yang menjadi ikon budaya Desa Mekarsari. Penampilan kesenian bangreng pada sesi penutup menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia menunjukkan kuatnya partisipasi lintas generasi dalam upaya pelestarian budaya lokal.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bazar UMKM Desa Mekarsari yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat dari setiap RW. Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah kuliner cuanki dari RW 04, yang menjadi ikon kuliner lokal dalam kegiatan tersebut. Bazar UMKM ini berfungsi sebagai sarana promosi produk lokal sekaligus membuka akses pasar secara langsung bagi para pelaku usaha mikro di desa.
Untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, panitia KKN GRADASI Kelompok 6 turut menggandeng Dinas UMKM Kabupaten Garut yang memberikan sosialisasi terkait pengemasan produk (packaging), strategi pemasaran, serta memfasilitasi layanan legalitas usaha, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan administrasi usaha, pembuatan NPWP, hingga desain kemasan produk. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat desa dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Berdasarkan hasil pelaksanaan, Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM Desa Mekarsari tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa seni budaya dan UMKM memiliki peran strategis sebagai aset pembangunan desa.
Melalui kegiatan ini, KKN GRADASI Kelompok 6 membuktikan bahwa kolaborasi lintas kampus dan lintas disiplin ilmu mampu menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan. Ke depan, Festival Seni Budaya dan Bazar UMKM Desa Mekarsari diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai agenda tahunan desa yang berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Sumber: Data diolah dari pelaksanaan KKN Gradasi Desa Mekarsari (2025)